Prabowo Menghina Tampang Boyolali, Bukannya Minta Maaf, Gerindra Malah Menuduh
Katanya kubu Prabowo sangat peduli dengan rakyat Indonesia. Katanya dia nyapres berkali-kali karena tidak tahan melihat rakyat Indonesia hidup miskin. Makanya dia maju lagi, meskipun setelah setiap kali gagal nyapres tidak pernah kelihatan batang hidungnya.
Tetapi pada saat yang sama, Prabowo malah merendahkan, menghina dan melecehkan orang Boyolali ketika dia berpidato. Kata Prabowo, orang Boyolali kalau masuk hotel mewah akan diusir karena tampang Boyolalinya. Menurutnya tampang Boyolali itu tampang orang miskin, sehingga tidak pantas ke hotel-hotel mewah.
Setelah pelecehan tampang Boyolali ramai dibicarakan dan setelah ada orang Boyolali melaporkan pelecehan dan penghinaan itu, Gerindra membantah bahwa Prabowo telah melecehkan tampang Boyolali.
Sedikit pun tidak ada niatan Gerindra untuk minta maaf. Mereka justru ngeles bahwa soal tampang Boyolali itu bukan substansi dari pidato Prabowo. Dan lebih parah lagi kalau soal pelecehan tampang Boyolali ini sengaja digoreng.
*"Yang digoreng itu kan sebatas Pak Prabowo berakrab-akrab diri, bercanda. Bukan substansinya. Lalu beliau cerita sebagai pensiunan terpanggil untuk ikut pilpres karena melihat kondisi bangsa yang memprihatinkan. Jadi beliau terpanggil untuk membenahi bangsa.”* ([Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade, Detik)
Menurut Gerindra soal pelecehan itu adalah bagian akrab-akraban dan bercanda. Masak bercanda dengan cara melecehkan orang lain? Masa berakrab-akraban dengan cara merendahkan orang lain? Baru tahu kalau cara akrab dan bercanda untuk orang Boyolali adalah merendahkan mereka sebagai tampang-tampang tak pantas masuk hotel mewah.
Sudah tidak ada rasa bersalah, Gerindra malah menuduh ada pihak-pihak yang sengaja menggoreng isu tampang Boyolali untuk menyerang Prabowo. Kan aneh. Yang melaporkan orang Boyolali, yang dituduh malah orang lain.
”Ini digoreng sedemikian rupa oleh berbagai pihak yang mau mencoba menyerang personal Pak prabowo. Karena melihat respons luar biasa untuk Pak Prabowo ketika berkeliling. Responsnya kan luar biasa, keliling ke Jateng, Jatim yang katanya basis Pak Jokowi. Jadi kubu sebelah ini kaget melihat responsnya yang luar biasa dan sambutan masyarakat umum maupun kalangan Nahdliyin di Jateng dan Jatim kepada Pak Prabowo." ([Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade, Detik)
Yang melaporkan Prabowo ke bareskrim, dengan tuduhan menyebarkan kebencian dan melakukan tindak pidana diskriminasi terhadap ras dan etnis, adalah orang Boyolali sendiri. Kog yang dicurigai menggoreng isu pelecehan adalah pihak tertentu, yang secara tersirat mengarah ke kubu Jokowi.
Yang gaduh itu bukan kubu Jokowi saja, melainkan orang yang tidak ada hubungannya dengan dukung-mendukung capres. Pegawai hotel yang tidak terima dianggap akan mengusir orang Boyolali, orang Boyolali yang mengirimkan salam sambil berfoto di depan hotel mewah dan pelapor itu adalah rakyat biasa yang tidak ada kaitannya dengan kubu Jokowi.
Makanya Gerindra harus lebih membuka wawasan lebih luas. Jangan hanya bocor-bocor, bubar-bubar saja. Baca buku itu bagus, tetapi kalau kebanyakan baca buku tetapi tidak mengkonfrontir dengan kehidupan ya ujung-ujungnya buta fakta, buta realitas.
Bahwa kemudian ada dari kubu Jokowi ikut mengkritik dan menyerang Prabowo, itu terjadi karena perkataan Prabowo itu memang harus dikecam karena sudah jelas merendahkan dan menghina kelompok tertentu. Masak ada orang menghina dan melecehkan kelompok tertentu dibiarkan? Lu sehat tong?
Bahwa kemudian kuasa hukum pelapor dari PSI, itu terjadi hanya untuk mengakomodasi bantuan hukum kepada mereka yang dilecehkan dan direndahkan. Lagian PSI memang mimpi buruknya Gerindra, karena Gerindra sering menyerang PSI tanpa dasar. BTW, selamat menghadapi proses hukum.
Jadi tidak usah ngeles dan menuduh pihak-pihak tertentu. Kalau memang ada niat baik, ya sudah minta maaf saja kepada orang Boyolali. Bilang saja tidak berniat melecehkan. Bilang saja memang begitulah Prabowo melucu, meskipun tidak lucu. Kan selesai perkara. Hanya menunggu ditinggalkan.
Tidak perlu menuduh kubu Jokowi. Dan jangan membawa-bawa kubu Jokowi, karena pelecehan itu dilakukan Prabowo dan menjadi tanggung jawab Prabowo dan gerombolannya.
Biar Gerindra tahu, inilah yang dikatakan Jokowi sebagai politik sontoloyo: katanya prihatin, tetapi malah melecehkan. Sekarang terbukti kan kalau Prabowo memang mempraktikkan politik sontoloyo. Sudah baik Jokowi mau mengingatkan Prabowo agar tidak melakukan praktik politik sontoloyo, tapi gak mau mendengarkan, mokong sih. Dan lebih sontoloyo lagi kalau Prabowo tidak minta maaf.
Muka oplas dieksploitasi, emak-emak dimarahi, tampang Boyolali dihina dan dipolitisasi. Nasibmu, Wo, Wo…..
Sumber : Seword

comment 0 komentar:
more_vertsentiment_satisfied Emoticon