Prabowo Tidak Mau Impor? Bullsh*t! Pendidikan Saja Impor Asing dan Aseng
Prabowo harus jujur. Dia tidak bisa tidak impor. Kalau tidak impor, artinya Prabowo membohongi dirinya sendiri dan seluruh rakyat Indonesia. Padahal waktu itu di acara kebesaran Cina di Indonesia, dia bilang “Saya memandang China sangat penting bagi Indonesia, jadi kita harus jalin hubungan baik, kita harus tingkatkan hubungan dalam tingkat yang lebih baik dan saling membantu.”
Membantu apa kalau tidak impor? Maunya ekspor saja? Ketahuan bohong lagi nih si Wowo. Orang ini tidak bisa dipegang kata-katanya. Artinya begini. Prabowo tukang bohong. Sudah sebut hoax Ratna, masih mau percaya dia tidak akan impor? Lalu pendidikannya juga di Malaysia, Swiss dan Amerika dari SD sampai kuliah. Penipu!
Prabowo ini mendapatkan pendidikan di Malaysia, Swiss dan Amerika Serikat. Dari kecil sampai besar. Inggrisnya ya fasih. Kenapa fasih? Karena sekolahnya di sekolah internasional. Anak orang kaya ini sudah terbiasa hidup enak. Makanan nya pun sehat. Lihat tubuhnya seperti sekarang ini.
Dari kecil dia sudah dididik untuk menjadi orang yang menguasai. Sekolah-sekolah di luar negeri mengajarkan dirinya bagaimana menjadi orang yang mapan, gagah dan kuat. Itulah yang sekarang nampak dari Prabowo.
Dirinya terlihat mapan, terlihat gagah dan kuat. Tapi ternyata semua itu dibangun di atas dasar pasir. Tidak ada fondasi ketatanegaraan yang kuat. Ia mencomot-comot cara-cara pidato orang luar pada saat itu.
Semangat individualistis ini dibawa sampai sekarang. Lihat saja orang ini. Dia membawa dirinya kepada sebuah keadaan yang paling memprihatinkan.
Ia penjilat, sekaligus orang yang tidak jelas. Di satu sisi ia bisa mengatakan bahwa Cina itu sangat penting bagi Indonesia. Harus ada hubungan baik. Hubungan baik macam apa? Gandengan tangan mesra-mesraan ? Ya bodoh kalau berpikir seperti itu.
Namanya kerja sama ya pasti bicara mengenai kerjasama bilateral atau pun multilateral. Di dalamnya pasti ada kebijakan impor ekspor. Baik tenaga kerja atau sumber daya atau teknologi. Mau Indonesia tidak impor? Bicara saja ke anggota FPI, pasti mereka dengar.
Prabowo ini sudah merendahkan dirinya begitu nista di bawah kaki orang yang disebut imam besar FPI itu. Kasihan. Sekarang Prabowo bertekuk lutut di bawahnya. Tidak heran jika dia bisa bicara apapun.
Nasibnya sama. Hidup mewah dan tidak pernah susah. Mereka tidak pernah memikirkan rakyat kecil sebenarnya. Lihat lagi Prabowo. Bahkan rakyat miskin pun dihina akan diusir dari hotel.
Akhirnya rakyat Boyolali yang merantau di Jakarta membuat konferensi pers di Ritz Carlton. Luar biasa sekali bukan? Mau jadi apa bangsa ini jika Prabowo memimpin Indonesia?
Boyolali akan paling sengsara, karena bisa saja jika Prabowo memimpin, ia akan mengusir semua warga Boyolali. Perang saudara bukanlah hal yang mustahil terjadi.
Joko WIdodo adalah sosok pemersatu. Pemimpin yang baik itu harusnya mempersatukan. Bukan malah memisah-misahkan si kaya dan si miskin. Jurang pemisah antara si kaya dan si miskin itu adalah jurang kebencian. Prabowo tahu betul.
Di dalam pendidikan yang ia ambil di negara-negara lain, ia tahu sejarah bagaimana sebuah negara terbentuk. Tidak ada sedikit pun jiwa nasionalisme. Bukannya mempersatukan, Prabowo malah membuka gap yang begitu besar.
Apa maksud Prabowo? Apa yang menjadi motivasi Prabowo? Memang sepertinya hasratnya dalam berkuasa, tidak bisa ia kendalikan lagi. Buat apa Prabowo memiliki pangkat tertinggi di NKRi, jika pada akhirnya negara ini hancur?
Penulis mendadak mengingat sebuah kisah novel Lord of The Rings. Prabowo kalau sebut Indonesia bubar pakai novel saja bisa, tentu penulis juga bisa. Makhluk bernama Smeagol sangat ingin mendapatkan The Ring, yang dimiliki oleh Frodo Baggins.
Tapi pada akhirnya, setelah ia mendapatkannya dengan memperebutkan dengan sengit, ia puas. Ketika ia puas, ia tak sadar bahwa ia sedang terbang ke jurang yang penuh lava di dalamnya.
Akhirnya Smeagol mendapatkan apa yang ia inginkan, tapi tulang-tulangnya habis karena nafsu yang tidak bisa ia kendalikan sama sekali. Akankah akhir dari Indonesia seperti itu? Tidak. Jokowi adalah jawaban satu-satunya.
Sumber : Seword.com

comment 0 komentar:
more_vertsentiment_satisfied Emoticon