Polisi Tangkap Pelaku Hoax “Jokowi PKI”, Tabokan Jokowi Tidak Main-Main, Bahkan Buat Fadli Zon!



Bagi kita, rakyat yang selalu prihatin ketika Presiden Jokowi didera fitnah PKI, pernyataan beliau yang mau nabok pembuat dan penyebar fitnah tersebut bagaikan siraman air sejuk dan menyegarkan semangat. "Coba di medsos, itu adalah DN Aidit pidato tahun 1955. La kok saya ada di bawahnya? Lahir saja belum, astagfirullah, lahir saja belum, tapi sudah dipasang. Saya lihat di gambar kok ya persis saya. Ini yang kadang-kadang, haduh, mau saya tabok, orangnya di mana, saya cari betul," ujar Jokowi saat membagikan sertifikat tanah di Lampung Tengah, Lampung, hari ini Jumat (23/11). "Saya ini sudah 4 tahun diginiin, Ya Allah, sabar, sabar, tapi saya sudah bicara karena ada 6 persen yang percaya berita ini. Enam persen itu 9 juta (penduduk) lebih lo. La kok percaya?" tambahnya, dilansir detik.com Sumber.

Begitu banyak fitnah ini tersebar di media sosial. Begitu enaknya para netizen kampret menyebut Presiden RI sebagai PKI, tanpa merasa takut akan sanksi hukum. Ada satu faktor yang menurut saya juga berperan penting terhadap penyebaran fitnah ini. Yakni contoh dari politisi. Misalnya Fadli Zon. Masih ingat kan soal penyebaran video dengan latar belakang lagu Potong Bebek Angsa yang digubah liriknya? Yang bikin sih bukan Fadli Zon, namun dia memuji dan menyebarkan video tersebut. Berikut potongan liriknya yang bermasalah:

…..gagal urus bangsa maksa dua kali

fitnah HTI fitnah FPI

ternyata mereka lah yang PKI

…..gagal urus bangsa maksa dua kali

takut diganti Prabowo-Sandi

Anak kecil yang bisa baca juga paham kali yang dia maksud siapa. Siapa yang mau dua kali jadi pengurus bangsa? Siapa yang disebut PKI? Siapa yang takut diganti Prabowo-Sandi? Jawabannya satu: Jokowi! Sementara Fadli Zon berkilah bahwa tujuan dia adalah mengkampanyekan bahwa PKI adalah partai terlarang Sumber. Lah, kok liriknya begitu? Malah nuduh orang lain PKI, dan orang lain ini adalah yang takut diganti Prabowo-Sandi? Emangnya Prabowo-Sandi kalau menang menggantikan siapa? Kan Jokowi? Dodol banget kalau nggak paham juga. Kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian.

Sementara itu, menimpali pernyataan Presiden Jokowi di atas, pihak kepolisian mempublikasikan hasil kerja mereka menangkap penyebar hoax “Jokowi PKI”. Adalah Jundi, seorang pria asal Aceh, admin akun Instagram @sr23_official sudah ditangkap sejak bulan Oktober lalu. Jundi memproduksi dan menyebarkan hoax serta ujaran kebencian terhadap Presiden Jokowi hingga Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Salah satu konten yang diunggah yaitu Jundi mengedit foto Jokowi yang sedang berpose hormat dengan menambahkan lambang palu arit dan tulisan 'JOKOWI ADALAH SEORANG KOMUNIS'. Berhubung adminnya sudah ditangkap, jadi akun Instagram-nya ya sudah tidak aktif lagi, jadi saya tidak bisa mendapatkan screenshot-nya. Namun, mungkin pembaca masih ingat dengan satu hoax yang dia sebarkan, yang kemudian mendapat respon dari Gibran beberapa bulan lalu.


(beritaterheboh.com)

Nah, si admin akun ini lah yang akhirnya diciduk oleh pihak kepolisian. "JD (Jundi) ditangkap 15 Oktober 2018 di Aceh. Kami ungkap tindak pidana sebar informasi yang menimbulkan rasa kebencian. Modus operandi yang bersangkutan adalah posting gambar dan tulisan yang bernuansa hatespeech berkaitan SARA," kata Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Dani Kustoni kepada media hari ini Jumat (23/11). Dani menerangkan polisi sudah setahun mengintai pergerakan akun-akun Instagram Jundi. Diketahui, Jundi mengelola akun suararakyat23, suararakyat23id, suararakyat23ind, sr23.official, sr23official, sr23_official, suararakyat23_ind dan srct_dta.

"Yang bersangkutan kurang lebih mulai menyampaikan ujaran kebencian mulai akhir tahun 2016 dan sudah kita ikuti satu tahun terhadap akun-akun tersebut. Jadi tersangka menggunakan nama samaran SR23, kemudian ada beberapa akun suararakyat23, suararakyat23id, sr23official dan Instagram sr23_official," ujar Dani. "Akun-akun tersebut merupakan reinkarnasi dari akun-akun JD sebelumnya, yaitu suararakyat23, suararakyat23id dan suararakyat23.ind, yang cukup populer. Setelah penangkapan JD, ada beberapa individu membuat akun-akun menggunakan nama serupa," sambung Dani. Jundi juga mengedit foto Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang sedang berpose salam komando dengan tulisan 'ADA AROMA KEBANGKITAN PKI DALAM TUBUH PANGLIMA TNI'. Konten foto itu diunggahnya dalam akun Instagram sr23_official. "Follower kurang lebih mencapai 100 ribu. Follower asli. Beberapa kali akun di-suspend karena yang bersangkutan melanggar standar dari yang diberlakukan dalam penggunaan medsos. Namun setelah akunnya di-suspend, dia buat akun lagi," jelas Dani. Jundi dijerat dengan banyak pasal Undang Undang. "Ancaman pidana 6 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar rupiah," tutur Dani Sumber.

Jadi, sebagai rakyat yang sayang sama presidennya, saya menunggu dengan setia sampai Fadli Zon kena pasal juga. Perilaku para netizen yang seenaknya melontarkan hoax dan fitnah ini tidak lepas dari enaknya politisi macam Fadli Zon ini memuji ujaran kebencian seperti lirik lagu Potong Bebek Angsa dan 2019GantiPresiden, yang isinya menyinggung PKI. Kalau memang Fadli Zon menyuarakan pelarangan PKI, harusnya isi liriknya ya melarang PKI, menyatakan PKI sebagai organisasi terlarang, tanpa menghubungkan PKI dengan siapa pun, apalagi presiden. Dengan dalih tidak menyebut “presiden” atau pun “Jokowi”, Fadli Zon dengan licik memainkan narasi PKI ini. Argumen kita selanjutnya, kalau tahu ada aktivitas PKI, kenapa Fadli Zon tidak lapor saja pada pihak kepolisian? Kenapa malah menyebarkan lagu/video? Wakil rakyat kok pemikirannya nggak sampai ke situ, kan nggak mungkin?

Share This :



sentiment_satisfied Emoticon