Pendukung Prabowo Kok Malah Menggiring Seolah Warga Surakarta dan Boyolali Itu PKI? Kurang Asem!



Pendukung Prabowo Kok Malah Menggiring Seolah Warga Surakarta dan Boyolali Itu PKI? Kurang Asem!

Ribut-ribut pidato Prabowo sepertinya masih berdampak panjang. Kemarin kita tahu sejumlah warga Boyolali menggelar demo. Nggak terima dong dipersepsikan sebagai wajah kampungan dan kere oleh Prabowo. Prabowo memang sosok orang yang sejak kecil terbiasa dengan privilege dan hidup enak. Dia mana paham bagaimana caranya bercanda tanpa menyinggung terutama hal-hal yang sensitif dengan rakyat kebanyakan.
Sekarang malah pendukungnya Prabowo melakukan blunder. Pertama ada Andi Arief yang mengeluarkan cuitan seolah menggiring opini kalau demo masyarakat Boyolali itu aksi bayaran. Bajilak, mungkin terbiasa mereka bergerak dengan demo bayaran sehingga seenaknya menuduh masyarakat demikian. Catat ya, Andi Arief ini orang Partai Demokrat. Warga Boyolali dan sekitarnya, nggak usah milih calon anggota dewan yang diusung oleh Demokrat.
"Warga Boyolali yang saya kenal suka humor dan tidak gampang tersinggung. Kalau ada yang protes rame sampai demo soal "tampang boyolali", mungkin order dari Jakarta."
Sudahlah dituduh demo itu bayaran, eh sekarang ada lagi yang malah menggiring bahwa seolah warga Surakarta , Boyolali, dan sekitarnya ini antek PKI.
Dan kalau Anda baca di medsos, sekarang banyak akun buzzer ataupun pendukung Prabowo yang mulai menggiring ke narasi bahwa orang Boyolali, Surakarta, dan sekitarnya yang ramai-ramai demo itu adalah antek PKI. Intinya karena mereka berseberangan dengan Prabowo kemudian dikaitkan dengan PKI. Njelehi tenan!
Asli koalisinya Prabowo ini makin lama makin blunder. Kalian ini sentimen kenapa sih dengan warga Boyolali dan sekitarnya? Karena di sana basis pendukung PDI Perjuangan? Karena dari Boyolali lah orangtuanya Pak Jokowi berasal? Lho gitu-gitu dari rahim orang Boyolali lahir banyak tokoh berprestasi lho. Mulai Pak Jokowi, Pak Widodo AS, KSAD yang saat ini bertugas, sampai Pak Sutopo Purwo Nugroho.
Bukannya minta maaf dan mendinginkan suasana, eh kok malah digiring dengan munculnya narasi baru ini. PKI itu sudah nggak ada, sudah mati. Yang kita tahu bawa-bawa bendera PKI itu justru massa yang demo membawa isu bangkitnya PKI. Nggak tahu juga darimana mereka bisa dapat bendera itu padahal sejak jaman Orde Baru kita tahu bendera itu dilarang dan nggak ada yang berani menyimpan. Sementara kelompok tukang demo itu benderanya lengkap. Bendera PKI punya, bendera dengan tulisan kalimat Tauhid pun mereka menyimpan.
Prabowo itu seharusnya calm down, kemudian bicara baik-baik meminta maaf dan sampaikan maksud pidatonya tidak seperti itu. Lha ini pembela-pembelanya malah blunder semua. Yang satu menuduh ada indikasi demo ini digerakkan dari Jakarta, yang satu lagi marah menggiring seolah warga Boyolali dan sekitarnya antek PKI.
Isu PKI itu sudah buyar. Sudah basi. Sudah nggak relevan lagi. Ancaman keutuhan NKRI sekarang justru dari kelompok radikalisme yang malah merapat mendukung Prabowo. Ancaman NKRI itu sekarang namanya HTI, ISIS, dan organisasi sejenisnya. Mereka yang memang ingin mengubah ideologi bangsa dari Pancasila ke khilafah. Itu yang sebetulnya jadi persoalan serius. Mereka ini menggunakan cara-cara lama PKI. Menebarkan ketakutan, polarisasi, memecah belah masyarakat, fitnah, dan sebagainya.
Bagaimana kita mau percaya kalau Prabowo jadi Presiden dia akan jadi pemimpin yang baik kalau ketika ada masalah sesepele ini saja yang dia lakukan justru manajemen konflik? Bukannya menurunkan ego, minta maaf, dan menjelaskan eh malah pendukungnya melempar isu-isu yang lebih menyakitkan dan menistakan. Kalau konflik diselesaikan dengan konflik terus ya kapan selesainya? Ini kan malah bikin masyarakat Boyolali dan sekitarnya makin jengkel dengan kelakuan Prabowo Cs.
Tuduhan PKI ini kejam. Tendensius. Ngawur. Mereka membangkitkan luka lama dan mau membentur-benturkan serta menaikkan kembali isu PKI. Belum jadi Presiden saja kelompoknya Prabowo sudah menimbulkan gesekan-gesekan di akar rumput. Kebayang tidak akan jadi apa negara andai Prabowo Presiden? Seorang pemimpin yang egois, nggak mau minta maaf, senang menimbulkan konflik baru, menyelesaikan konflik juga dengan konflik.
Kalau saya jadi warga Boyolali dan sekitarnya, fix nggak akan pilih Prabowo. Juga tidak akan memilih Caleg dari Partai pendukungnya Prabowo. Salah satu pendukung Prabowo, Mustofa Nahra itu seingat saya juga maju DPR RI dari Dapil V Jateng melalui Partai Amanat Nasional (PAN). Masih banyak caleg dari partai lain yang lebih layak didukung daripada memilih caleg-caleg dari partai pengusung Prabowo.
Sumber : Seword.com
Share This :



sentiment_satisfied Emoticon