Habislah Kau Faldo!!! Tuduhanmu Terhadap TNI Diviralkan lagi!


Habislah Kau Faldo!!! Tuduhanmu Terhadap TNI Diviralkan lagi!



Tetapi ada yang lebih menciutkan urat nadi Faldo. Ini bukan soal politik, pun bukan soal ekonomi sebagaimana biasanya. Ini tentang pelecehan terhadap lembaga TNI, yang sebenarnya sudah terjadi minggu lalu di acara Mencari Pemimpin KompasTV. Begini kata Faldo:

”Kita udah kena, bioskop udah kena nih. TNI udah disuruh sosialisasi, udah jadi sales. Ditambah lagi gaji PNS mau naik. Ini mungkin media atau apa pula. Kita tidak takut sebenarnya.”

Faldo malah nyinyir dengan pongahnya menuduh Jokowi memanfaatkan fasilitas negara berupa iklan pencapaian pemerintah di bioskop, sosialisasi capaian pemerintah oleh TNI dan kenaikan gaji PNS. Faldo tidak mampu melihat kebijakan pemerintah secara netral. Mungkin karena mereka ketakutan.
Pokok pembicaraan dalam acara ini sebenarnya rame-rame pemimpin daerah mendukung Prabowo. Lalu pembawa acara bertanya seberapa besar pengaruh dukungan kepala daerah ini menggerus suara Prabowo.

Yang lebih mengenaskan dan terlalu berani menurut saya, Faldo menuduh Jokowi memanfaatkan TNI sebagai alat kampanye sampai dia melecehkan TNI sudah jadi sales. Kan bodoh dan ceroboh namanya itu, kalau kita tidak mau katakana cari masalah. Padahal Jokowi memerintahkan agar TNI ikut ambil bagian mensosialisasikan apa yang sudah dikerjakan pemerintah agar tidak termakan hoaks, agar rakyat menerima informasi secara valid melalui TNI yang ada hampir di semua daerah di Indonesia.
Padahal iklan di bioskop bukanlah kampanye terhadap Jokowi, melainkan kampanye pemerintah terkait pencapaian pembangunan bendungan sebagai pertanggung jawaban terhadap publik. Jadi sosialisasi hasil pencapaian pemerintah itu adalah amanat UU. Pengiklannya adalah Menkominfo, bukan tim kampanye Jokowi, yang pada waktu itu belum terbentuk.

Nah pelecehan Faldo terhadap institusi negara ini kembali diviralkan dan diungkit ke permukaan oleh para netizen. Karena memang pelecehan itu tidak terlalu diperhatikan publik ketika itu. Tetapi ketika pelecehan Prabowo terhadap tampang Boyolali menjadi viral, Prabowo dan gerombolannya tidak berniat meminta maaf, malah menyerang orang Boyolali dengan isu PKI serta merendahkan lagi dengan mengatakan bahwa aksi turun jalan itu sebagai bayaran, publik pun mengingat kembali bahwa pelecehan terhadap tampang Boyolali itu bukanlah pelecehan pihak Prabowo terhadap pihak lain, melainkan sudah berulang. Muncullah pelecehan Faldo terhadap TNI.
Share This :



sentiment_satisfied Emoticon