Biadab!! Pendukung Prabowo Sebar Hoax Pembunuhan Dufi Dikaitkan Dengan Jokowi!



Baru saja saya menulis tentang seorang pendukung Prabowo yang sudah terciduk, karena menyebarkan hoax dengan mencatut instansi Polri. Baru juga saya menulis tentang upaya politisasi kasus pembunuhan Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi oleh Amien Rais. Eh, ternyata, pendukung Prabowo sudah bikin hoax yang lebih gila.

Kasus pembunuhan Dufi bermula dari ditemukannya jasad almarhum di daerah Bogor pada hari Minggu lalu (18/11). Diketahui kemudian bahwa jasad itu adalah Dufi yang sudah menghilang sejak hari Jumat lalu (16/11). Dufi adalah mantan wartawan yang bekerja sebagai freelance sales marketing di TV Muhammadiyah. Kerja keras pihak kepolisian membuahkan hasil dalam waktu yang cukup singkat. Pada hari Selasa lalu (20/11), pihak kepolisian sudah menangkap 2 pelaku pembunuhan Dufi, yakni sepasang suami istri bernama M. Nurhadi dan Sari. Motif pembunuhan diduga dan menurut pengakuan pelaku adalah kesulitan ekonomi Sumber.


Dilansir pojoksatu.id, ada netizen di dunia Facebook yang mengaitkan pembunuhan Dufi dengan mobil Esemka, yang di-endorse oleh Jokowi. Dufi disebut-sebut pernah melakukan investigasi mendalam terkait mobil Esemka. “Setelah mengungkap mobil Geelly atau jelmaan Esemka Abdullah Fithri, seorang karyawan TV Muhammadiyah dibunuh secara sadis,” tulis akun Facebok Markonah Markonah. “Mendiang Abdullah Fithri Setiawan -rahimahulloh – adalah karyawan TV Muhammadiyah yang meliput dalam tentang mobil Esemka. Dana kini dia dibunuh dengan sadis,” tambahnya.

https://web.facebook.com/markonah.aje.1/posts/159799321645888?__tn__=-UK-R

(Pojoksatu.id)

Saya mencoba mencari postingan akun Markonah Markonah ini, namun tidak menemukannya lagi. Begitu pula dengan akun yang bersangkutan. Mungkin sudah dijadikan private? Entahlah. Artinya memang si pemilik akun ini sudah tahu kalau yang dia sebarkan adalah hoax. Menilik foto profile pemilik akun, nampaknya dia ini pendukung Prabowo, karena ada tulisan “nomor 2” dan “Reuni akbar 212”.

Saya juga mencoba mencari narasi yang sama di Facebook dan saya menemukannya, hanya 1. Dari sebuah akun dengan nama “Tnooy EmakEmak Berdaster”. Sama dengan temuan dari situs berita liputan6.com. Saya juga sempat membuat screenshot postingan ini.

https://web.facebook.com/tnoy.sedangmerenung/posts/2286396911424138


Kalau akun ini masih aktif, sehingga saya bisa melihat-lihat dan menemukan bahwa si pemilik akun juga merupakan pandukung Prabowo.



Sampai tulisan ini dibuat, postingan akun ini sudah dibagikan lebih dari 1.000 kali dan mendapatkan reaksi lebih dari 1.600 reaksi. Sangat disayangkan bahwa postingan ini masih saja ada, padahal pihak kepolisian sudah menangkap pelaku pembunuhan tersebut. Dan sejauh ini motif pelaku jauh sekali dari sangkaan para pendukung Prabowo ini.

Akhirnya postingan para pendukung Prabowo di atas terbukti hoax. Dilansir pojoksatu.id, Direktur Utama TV Muhammadiyah (TvMu) Gatot Triyanto membantah kabar tersebut. Gatot tak ingin kematian Dufi dikaitkan dengan politik. “Berita itu tidak benar. Jadi isu itu tidak benar,” tegas Gatot. Bos TV Muhammadiyah tersebut menegaskan bahwa korban bekerja di TvMu sebagai pekerja lepas alias freelence. “Beliau bekerja di TvMu sudah setahun lebih. Beliau juga tidak pernah ditugasi meliput berita karena tugas dan tanggungjawab almarhum adalah freelence sales marketing. Beliau bukan wartawan TvMu,” imbuh Gatot. Gatot menegaskan bahwa redaksi TvMu tidak pernah melakukan liputan investigasi terkait mobil Esemka, seperti yang dikabarkan di media sosial. “Selama ini redaksi tvMu tidak pemah menugaskan wartawan tvMu untuk menginvestigasi mobil Esemka, termasuk almarhum Dufi,” tandas Gatot Sumber.

Sementara itu, dilansir liputan6.com, pihak TV Muhammadiyah juga memberikan klarifikasi lewat akun Twitter resmi mereka. Isinya sama dengan pemberitaan oleh pojoksatu.id di atas.

https://twitter.com/TVMuhammadiyah/status/1065145345611509760


Antara lain Gatot juga menyebut jika Dufi tidak pernah memiliki musuh selama bekerja di tvMu, baik di lingkungan dalam tvMu atau di luar. Dufi juga dinilai sebagai sosok yang luar biasa, pekerja keras, soleh, dan sangat bertanggung jawab kepada keluarga. Karena tugas Dufi adalah seorang sales marketing, tvMu pun membantah menyuruhnya untuk melakukan peliputan berita Sumber.

Sudah jelas ya, bahwa apa yang diposting oleh para pendukung Prabowo adalah asli hoax banget. Kelihatan tujuannya untuk apa, yakni untuk membawa-bawa Jokowi ke dalam kasus pembunuhan Dufi ini. Sungguh tidak etis dan tidak beradab terhadap almarhum Dufi beserta keluarganya. Sungguh licik dan memalukan terhadap tujuan pesta demokrasi yang merupakan pestanya rakyat Indonesia. Apakah nanti akan jadi urusan polisi atau tidak, tergantung apakah nanti ada yang melaporkan. Atau mungkin pihak kepolisian sebenarnya sudah mengawasinya, siapa tahu kan? Sungguh biadab dan licik cara-cara yang ditempuh oleh para pendukung Prabowo ini. Kampret genderuwo sontoloyo semua. Nggak bisa hidup kalau nggak bikin hoax ya? Memalukan!


Share This :



sentiment_satisfied Emoticon